Korban Gempa Lombok Diyakini BNPB Akan Bertambah

Lombok, lamanqu.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 105 orang.

“Data korban meninggal terus bergerak naik, sampai saat ini total 105 orang korban meninggal,” kata Kepala Pusat Data Indormasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (7/8).

Sutopo menyebutkan korban meninggal paling banyak terdapat di Lombok Utara yakni sejumlah 78 orang. Disusul dengan daerah Lombok Barat 16 orang, Mataram 4 orang, Lombok Tengah 2 orang, Denpasar 2 orang dan Lombok Timur 3 orang.

Adapun korban luka-luka sampai saat ini berjumlah 236 orang. Sebanyak 63 orang di antaranya mengalami luka berat.

Sutopo mengatakan jumlah korban meninggal juga termasuk yang tertimpa bangunan masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Sutopo mengatakan SAR gabungan menemukan dua orang meninggal dan satu orang selamat di dalam puing-puing masjid tersebut. Selain itu Tim SAR gabungan juga menemukan dua orang meninggal tertimpa bangunan Puskesmas dan dua orang lainnya meninggal di Gili Trawangan.

“Kemungkinan masih ada beberapa korban yang tertimpa bangunan rubuh, baik itu masjid, Puskesmas hingga kantor pemerintahan. Sementara ini data korban meninggal seluruhnya adalah WNI,” ujar Sutopo.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan strategi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban dilakukan dengan membagi lima sektor operasi.

Sektor pertama di Masjid Lading-Lading, Kecamatan Tanjung. Sektor kedua di bangunan Puskesmas Tanjung.

Sektor ketiga di Desa Supek, Muara Penjalin, Kecamatan Tanjung, diduga satu korban tertimbun. Sektor keempat di Masjid Bangsal, Kecamatan Bayangan.

“Sektor terakhir di Pulau Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Masih terdapat warga lokal yang perlu dievakuasi,” ujarnya. (CNN)