Sektor Pertanian dan Pangan Jatim Sumbang Kebutuhan Pangan Nasional

Reporter: Purwadi | Editor: Arjeli SS

Surabaya, lamanqu.co -Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memberikan sumbangan bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Dari data yang ada, pada tahun 2017 Jatim memberikan sumbangan produksi padi sebesar 17,18 persen. Kontribusi tersebut meliputi komponen komoditas jagung 26,61 persen, kedelai 31,96 persen, dan gula 55,43 persen terhadap kebutuhan nasional.

Selain itu untuk budidaya ikan dan peternakan susu 53 persen, telur 25 persen,  dan daging sapi 22 persen, 41,3 persen ikan budidaya hasil laut di Indonesia, 12,4 persen ayam potong dan 7,9 persen sapi potong.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo ketika bincang khusus dengan Media beberapa waktu lalu pencapaian diatas tak terlepas dari acuan pembangunan Pemda Jatim pada periode 2014-2019 yaitu Jawa Timur Lebih Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berakhlak.

Dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan tentu saja melalaui peningkatkan perluasan lapangan kerja dengan demikian penanggulangan kemiskinan akan menurun.

Ditanya mengenai dinas yang baru saja dia nahkodai ini sebenarnya arahnya itu seperti apa, Hadi bahwa menjelaskan misi kami sangat sederhana dengan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. “Upaya meningkat produksi dan produktivitas pertanian seperti tanaman pangan,   perkebunan, peternakan,  perikanan, dan kehutanan,  itu saja,” terang dia.

“Itu sektor hulu, lanjut Hadi, “yang dari dulu kita perkuat, kemudian masi kata Kadistan Jatim, “Melalui edukasi pengetahuan tehnologi informasi berbasis internet, di era digital ini kemampuan akses petani dan nelayan terhadap faktor produksi, teknologi, iinformasi, pemasaran dan permodalan sehingga memiliki daya saing tinggi”.

Lebih lanjut Hadi Sulistyo membeberkan strategi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang dia tangani ini baru saja menjalankan program stimulan. Tujuannya telah adalah memberi motivasi melalui pemberian apresiasi kepada para petani. Dalam rangka melaksanakan Kegiatan dan Progam di Bidang Pertanian supaya lebih giat  dan lebih bersemangat serta bisa meningkat lagi dalam usahanya.

“Program yang kita kemas dengan Lomba Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura tingkat Provinsi Jatim”, terang Hadi. “Alhamdulilah 38 kabupaten dan kota se-Jatim ini mengirim utusan nya pada kegiatan ini”, terang nya.

Lebih lanjut Hadi Sulistyo menjelaskan, dengan adanya lomba ini supaya para  Petani bisa lebih giat dan bersemangat lagi serta supaya bisa meningkat lagi dalam melaksanakan usaha taninya, lantas dari hasil usaha taninya, juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat disekitarnya. Daalam artian dari masyarakat sekitar adalah masyarakat tani atau masyarakat kelompoknya.

Penghargaan Swasembada Pangan yang diberikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, kepada para petani, adalah penghargaan yang sangat luar biasa dan bermakna, makna yang sangat luar biasa adalah bagi para pemenang perlombaan ini, bisa jadi percontohan kepada kelompok tani dan petani yang kalah dari perlombaan tersebut.

Menurut Hadi, Lombah Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura meliputi 5 kategari lombah yaitu,

1. Lomba Agribisnis Tanaman Pangan yaitu Padi, Jagung dan Kedelai. (Pajale).

  1. Lomba Agribisnis Hortikultura yang terdiri dari Buah, Sayur, Tanaman Hias, dan Biofarmaka.
  2. Lomba untuk Pelaku Usaha Olahan Produk Pangan yang bergerak di Sektor Pertanian.
  3. Lomba APP Bidang Pertanian Program dari Pemprov Jatim untuk Menanggulangi Kemiskinan Bidang Pertanian. dan
  4. Lomba mantri tani.Dikarenakan Komoditas yang paling utama di Jawa Timur adalah Tanaman Pangan, terutama untuk Lomba Agribisnis Tanaman Pangan, jenis Padi yang paling terbanyak dalam perlombaan tersebut dan kalau jenis Pajale melalui on farm sampai off farm.Kemudian agribisnis hortikultura, kata Hadi, Selanjutnya pada Lomba Agribisnis Hortikultura yang paling terbanyak Buah dan Sayur, dan untuk Lomba untuk Pelaku Usaha Olahan Produk Pangan yang bergerak di Sektor Pertanian seperti UMKM yang Memproduksi Keripik Pisang, Nangka, Aneka Jus, Sirup dan lain-lain.Untuk Lomba APP Bidang Pertanian Program dari Pemprov Jatim untuk Menanggulangi Kemiskinan Bidang Pertanian, bagi para petani diberikan bantuan berupa Pompa Air, dan Pompa Air ini sangat baik bagi para Petani yang Lahan, serta bisa bermanfaat di saat ada kesulitan dan kendala dalam pertaniannya. Dan untuk Lomba APP ini, yang mendapatkan bantuan Pompa Air ada 15 Kabupaten. Jadi untuk pembagiannya melalui kelompok tani yang datanya sesuai dan yang tercantum di Bapemas, tegasnya.

Hadi Sulistyo, juga menjelaskan lomba Mantri Tani adalah ujung tombak kami dalam mengambil data ditingkatan petani maupun pembinaan di tingkat lapangan serta koordinasi kegiatan yang ada di lapangan. Hal ini diikutsertakan dalam perlombaan ini, akan nantinya bagi para  pemenang dapat memberikan contoh bagi Mantri Tani yang lainnya.

“Mantri Tani kita dorong supaya selalu aktif dalam melaporkan seluruh kegiatannya yang ada di lapangan lantas berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian. Poinnya Mantri Tani ini adalah internal Dinas yang posisinya berada di tiap-tiap Kecamatan”, terang dia.

Sebagai informasi, Lomba Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura hanya diambil menjadi 3 besar pemenangnya, yaitu juara I, juara II dan juara III, dan bagi para pemenang lomba akan nantinya dibawa ke tingkat nasional. Namun pada tahun 2017, pemerintah pusat mengurangi dana alokasinya, hal ini  yang bersifat seremonial, sehingga lomba tingkat nasional ini, ditiadakan dan berhenti sampai di tingkat provinsi.

Maka dari itu kamipun tetap berupaya semaksimal mungkin melakukan pembinaan melalui kegiatan rutin. Jika pembinaan secara teknis kelompok kami ada bidang dan bagaannya dalam pembinaan tersebut. Suatu misal di bidang pangan kita pun juga ada pembinaannya sendiri.

Di bidang hortikultura pun juga ada pengembangan seperti sentra cabe. Dan bentuk pembinaan terhadap kelompoknya. Sistem ini lakukann dengan memeberi bantuan berupa pengawalan atau pendampingan kepada kelompok tani. selain itu kita bisa juga melakukan  kerja sama dengan pihak sekolah untuk melakukan praktik  lapangan sehingga lebih intesif dan pastinya mereka pun paham apa yang harus mereka aplikasikan terangnya.