Beredar Viral Video LRT Palembang Mogok Lagi Bukan Propaganda Medsos, Ini Cerita Korbanya

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, lamanqu.co- Semakin dekatnya perhelatan ajang olahraga Asian Games ke-18 yang akan digelar di Palembang dan Jakarta. Hadirnya LRT juga bisa memberikan pilihan alternatif transportasi bagi masyarakat.

“Saya ingin agar kereta ringan LRT Palembang bisa dijadikan contoh kota besar di Indonesia yang saya kira mulai padat dan macet dan membutuhkan transportasi massal. Dan ini akan lebih efisien dibanding dengan mobil pribadi,” Ungkap Joko Widodo di Stasiun Jakabaring Sport City. Jumat (13/7/ 2018).

Begitu lah harapan Bapak Presiden kita, yang pastinya patut kita banggakan karena ide cemerlang dia jua lah juga kaki kaki beton tertancap melitasi jalan jalan utama Kota Palembang. Dia benahi dan hiasi kota ini dengan fasilitas transportasi modern berkelas. Wajar saja karena ribuan tamu tamu asing akan singgah, selain perhelatan pesta olahraga yang pasti ada image bangsa dia akan tunjukan.

Memang mereka para tamu tamu itu belum saat nya tiba, tinggal beberapa hari lagi saja. Tapi setidaknya sekarang ini mereka sedang packing atau berkemas. Sekedar mengingatkan kita semua sebagai bangsa, tentunya kita tidak akan tega ketika bangsa dipermalukan nantinya.

Fakta nya beredar video di medsos berduyun duyun penumpang kereta light Rail Transit ( LRT) Palembang berisikan puluhan orang berjalan di atas rel. sontak dan mendadak jadi  viral di media sosial Instagram di akun @plglipp, Minggu (12/8/2018). Dalam vidio yang beredar tersebut, warga berduyun-duyun keluar dari kereta LRT untuk berjalan menuju ke stasiun terdekat.

Kejadian yang menyebabkan para penumpang terpaksa jalan kaki di atas rel ini disebabkan karena kereta LRT kembali mengalami mogok ketika beroperasi di Stasiun Jakabaring. Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB . Kejadian ini membuat penumpang tidak nyaman, karena harus berjalan kaki diatas rel LRT.

Mogoknya LRT Palembang menjadi sorotan warga Sumsel terutama warga Palembang di dunia maya yakni instagram.

Pemilik akun Ilham Kurniadhi mengatakan,  “kejadian pukul 17:00 WIB awalnya dari OPI Mall masuk dari peron 1, setelah itu pintu kereta enggak mau tertutup. Alhasil pindah ke peron 2 untuk pindah kereta. Sudah diganti keretanya,  pas setengah jalan,  Keretanya mati,  menuju stasiun Polresta , alhasil kami turun dari kereta.

Sedangkan pemilik akun Ulfhae menuturkan, kejadian luar biasa. Cuma ada di Palembang jalan kaki di rel LRT.

Pemilik akun Muhammad Haidar Izzudin menyatakan, LRT mati, lampu mati. Kepanasan galo, laju jalan ke stasiun Polresta. “Kasian ado yang pingsan,” ucapnya.

Terpisah Ketua PPK LRT Palembang Suranto mengakui kereta LRT mogok.  “Betul ada gangguan kereta mogok, kami mohon maaf. Penyebab sedang diselidiki,” pungkasnya.

Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti ketika dikonfirmasi media membenarkan bahwa kereta LRT kembali mengalami kendala hingga menyebabkan para penumpang harus dievakuasi keluar. “Penyebabnya masih dalam proses investigasi,” kata Aida, melalui pesan singkat.

Aida melanjutkan, komentar para netizen di media sosial yang menyebutkan bahaya saat berjalan kaki di atas rel tidak benarkan. Menurut dia, proses walk way adalah salah satu evakuasi para penumpang jika terjadi kereta mogok.

“Tentunya setelah dinyatakan aman oleh petugas. Tidak benar jika ada yang bilang proses evakuasi masih dalam kondisi tegangan listrik. Evakuasi penumpang setelah dinyatakan aman (dari tegangan listrik),” ujar dia.

Mogoknya kereta LRT di Palembang telah tiga kali terjadi. Sebelumnya, dalam proses uji coba operasi, “ular besi” ini juga mengalami mogok setelah diguyur hujan. Kasus kedua terjadi ketika kereta mengalami masalah sinyal dikawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, hingga penumpang tertunda di Stasiun Bumi Sriwijaya.

Dan terakhir, mogok terjadi di Stasiun Jakabaring hingga kereta mendadak terhenti di tengah jalan dan menyebabkan penumpang harus berjalan kaki di atas rel menuju ke stasiun terdekat.

Imron 40 Tahun warga yang tinggal di Pakjo menceritakan, “Kami satu keluarga naek dari stasion bendara dengan tujuan ke Jakabaring, sampai distasion bumi sriwijaya, meliat keadaan tidak memungkinkan karena menurut saya sudah seperti melebihi muatan, kami ambil keputusan untuk turun disitu, dan kami langsung beli tiket lagi untuk kembali ke stasion bendara, setelah beli kami langsung menunggu kedatangan Lrt sesuai jadwal yg diperkirakan.

“Setelah sampai waktunya lebih kurang pukul 16-15 WIB diumumkan ada keterlambatan kedatangan Lrt karena ada gangguan teknis, kami masih menunggu lagi, terus diumumkan lagi sampai lebih kurang 3x dengan alasan yang sama, akhirnya kami dan rombongan yang lain menemui Petugas”.

“Kalau tidak ada kejelasan kapan Lrt nya datang kami minta dikembalikan uang tiket yang sudah kami beli”, “Masak kereta baru sudah sepert ini bisa bisanya ada hambatan kayak gini, gimana kedepannya nanti”, tuturnya sewaktu di ruang tunggu itu.

Imron menuturkan lagi, “Tapi permintaan kami tadi tidak dipenuhi, karena menurut aturannya menurut salah satu petugas”,  Dia menirukan gaya petugas, “Tidak bisa dikembalikan uang, jadi cuma ada 2 pilihan apa mau tetap menunggu sampai lrtnya datang atau tiketnya direfund untuk bisa digunakan sampai 7 hr yang akan datang”.

“Untungnya kami memilih refund dan kalau memilih tetap menunggu mungkin kami sampai malam belum bisa pulang”, imbuhnya. “Dan konon, lanjut Imron, ” lrtnya mogok didaerah Jakabaring yang mengakibatkan penumpang nya turun dan berjalan kaki”, tutup dia.