Ombudsman Panggil PT. Pertagas, Masyarakat Tuntut Perbaikan Pipa Air PDAM Sembawa

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, lamanqu.co-Buntut dari cerita terganggunya distribusi PDAM Tirta Betuah Cabang Sembawa Air PDAM Sembawa ke masyarakat sembawa akibat galian/pemasangan pipa gas oleh Pertagas, milik PT. Pertamina 2017 lalu masih menyimpan kisah kekecewaan.

Penilaian buruk dari pihak yang berwenang atas pembangunan pipa gas sepanjang 170 Kilometer ini, dikemukakan berbagai intansi terkait melalui rapat kordinasi kerusakan fasilitas umum diakibatkan galian pipa PT. Pertagas Rabu (3/1/2018) di ruang rapat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin.

Hadir pada ruang rapat itu, Muh Andhy Samsul DLH Provinsi dinas yang berwenang, Camat Banyuasin III Alpian sebagai wakil pemerintah dan masyarakat dan Eko Yogatama selaku direktur PT Pertamina Gas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dampak atau akibat dari pembangunan proyek galian pipa gas ini.

Rapat kordinasi kerusakan fasilitas umum diakibatkan galian pipa PT. Pertagas, PT Pertamina gas, menghasilkan 16 poin yang disampaikan oleh Instansi terkait dan salah satu yang masih memprihatinkan adalah masih terganggunya kebutuhan dasar hajat hidup masyarakat adalah kebutuhan air.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sumatera Selatan, M. Andrian Agustian, ketika ditemui dikantornya jumat,10/8/18, membenarkan bahwa kejadian kerusakan akibat proyek pemasangan pipa gas PT. Pertagas, PT. Pertamina Gas yang melakukan penggalian  dilokasi melintasnya pipa PDAM Tirta Betuah Cabang Sembawa , yang notabene nya sudah ada di titik jalur lokasi dan berfungsi normal pada waktu itu, semenjak kejadian itu kini masih sering aliran tersendat, tidak keluar air nya, keluar tapi tidak maksimal, hidup atau mengalir beberapa hari kemudian berhenti beberapa hari juga.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sumatera Selatan

Andrian mengakui, dia sudah menerima laporan dari 5 orang perwakilan masyarakat masih merasakan akibat dari kerusakan pipa PDAM Tirta Betuah Cabang Sembawa. Dia juga mengikuti kejadian ini yang sudah berlangsung cukup lama.

Ditanya seperti apa sebenarnya laporan yang keluhkan masyarakat sendiri sehingga masalah ini tidak tuntas tuntas, menurut Andrian dan dia membacakan laporan secara kronologi,

“Pada Juli-November 2017 melapor ke PDAM Tirta Betuah Cabang Sembawa karena terganggunya distribusi air PDAM ke rumah. Kami sering kesal karena air PDAM tidak setiap hari mengalir dan debit air yang kami terima sangat sedikit lebih kurang satu drum air (250 liter)

“Beberapa kali mengadu ke PDAM Tirta Betuah Cabang Sembawa. PDAM Cabang Talang Kelapa menjelaskan instansi Sembawa sedang dalam perbaikan dan meminta maaf atas terganggunya distribusi air, tetapi tetap berusaha memberikan pelayanan”.

“Pada Januari 2018 mendapat pemberitahuan dari PDAM Tirta Betuah Cabang Sembawa tidak bisa memberikan pelayanan air ke pelanggan karena PT. Pertagas sedang melakukan galian/pemasangan pipa gas sepanjang jalan Sembawa-Betung”.

“Tadi saya kira tidak tergantungnya distribusi air PDAM karena galian/ pemasangan pipa gas oleh Pertagas hanya sebulan saja, namun samapai 18 Mei 2018 masih berlangsung. Konfirmasi kepala PDAM Cabang Sembawa pada tanggal 16 Mei 2018 bahwa banyak pipa PDAM yang rusak oleh galian atau pemasangan pipa gas oleh Pertagas namun pihak Pertagas tidak mau bertanggung jawab. Padahal PT. Pertagas, harus tahu kami juga mengalami, 1) Polusi asap kendaraan akibat macet panjang. 2) Lobang galian yang tergenang air bila hujan, 3) Tidak bisa leluasa keluar masuk kendaraan ke rumah, dan 4) Tidak menerima distribusi air PDAM cabang Sembawa akibat pipa pipa PDAM yang rusak oleh kegiatan karena galian dan pemasangan pipa gas oleh Pertagas”.

Andrian, selanjutnya menuturkan untuk mencari tahu kebenaran laporan masyarakat ini, dan berdasarkan laporan ini lah akhirnya dia memanggil pihak PT. Pertagas, dan hari ini, Jumat, 10/8/18. Kata Andrian lagi, “Pihak Pertagas sendiri yang telah hadir memenuhi panggilan,  Projek Manager nya, Agung Bramantyo”.

“Maksud dari pemanggilan ini kami ingin mendengar langsung penjelasan dan meminta PT. Pertagas harus serius dalam menangani masalah ini”, beber Andrian. Dia lanjutkan, “Kami butuh penjelasan kenapa ini dibiarkan berlarut dan sepertinya tidak ada realisasi, ya jika ada hamabatan,  ayo kita cek sama sama dilapangan atau ada pihak lain yang coba cari cari kesempatan”, tutur Andrian.

Dari laporan menurut Andrian sudah terjadi pemutusan atau tersendatnya aliran sudah berlangsung selama lebih kurang 8 bulan, Senin, 13/8/18 mendatang kami akan pertemukan antara Pertagas dengan perwakilan masyarakat, untuk melakukan pembahasan, sehingga pihak pihak baik yang melapor dan terlapor dapat membuat kesepakatan bersama.

Seandainya saja masing masing pihak sepakat, kemudian pihak pelaksana di lapangan bersama sama dengan pihak PDAM dan masyarakat dalam hal ini harus melakukan tracking. “Kemudian jika diketemukan titik mandek nya air itu harus komitment untuk segera dilakukan perbaikan karena merupakan hajat hidup masyarakat banyak”, terang Andrian.

Agung Bramantyo, ketika dimintai keterangan lansung oleh lamanqu.co, Jumat, 10/8/18, di kantor Ombusdman Sumsel mengenai duduk persoalan hingga dipanggil Ombusdman mengatakan, permasalahan yang ada merupakan keluhan terkait tentang Penyaluran air PDAM yang di Sembawa karena konstruksi pipa Pertagas yang dikerjakan oleh konsorsium.

“Di lapangan sudah kita lakukan perbaikan mungkin ada beberapa hal yang apa masih menjadi kendala di lapangan. kita sepakati untuk kita selesaikan paling lambat 31 Agustus ini. PDAM yang terganggu suppliernya ke masyarakat karena ada galian sempat terkena ada 3 titik yang terkena”, beber Agung. “Nggak terkena semua, ngapain juga menggali pas ada pipa nya”, sambung nya.

“Dari layout letaknya agak lurus yakin dan ternyata emang ada yang terkena bagian dari alat berat di salah satu titiknya mungkin nggak terlalu hafal persis ya sekitar 200 meter”, jelas dia.

Dipanggilnya hari ini, Agung menjelaskan PT. Pertagas dimintai pertanggungjawaban karena masih ada masyarakat yang masih mengalami penyaluran airnya kurang lancar.

“Hali ini yang kita tetap komit untuk segera dilakukannya perbaikan”, janji Agung.

Dia melanjutkan, “Sepanjang Agustus ini kita akan selesaikan paling lambat pada minggu ke 3 atau jika terhambat paling 31 Agustus paling akhir”, terang nya.

Untuk masalah berkaitan dengan lingkungan, “Kita berusaha sebaik mungkin untuk sosialisasi ke masyarakat, secara terus menerus kita lakukan”.

“Jika ada keluhan kesehatan masyarakat kita sudah lakukan pendekatan dengan pihak rumah sakit  untuk atas dampak yang mungkin ada”, terang nya.