Semua Pihak Sepakat “Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo” Nama Masjid Agung Yang Baru

Palembang, lamanqu.co – Masjid Agung Palembang resmi berubah nama menjadi Masjid Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) dan karena di protes oleh Jajaran pimpinan dan pengurus Persatuan Zuriat Palembang (PZP) pusat bersama-sama berbagai unsur seperti Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Sumatera Selatan (Sumsel), MSI kota Palembang, Forum Beroyot Palembang, Angkatan Muda Pembaharuan Sriwijaya (AMPS), Lembaga Budaya Ulu, Melayu (LBUM), Yayasan Kesultanan Palembang Darussalam yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Zuriat Palembang Darussalam (AMZPD) lantaran dianggap menghilangkan sejarah kota Palembang, akhirnya di sepakati menjadi Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Jayo Wikramo, Sabtu (2/1) di halaman Masjid Agung Palembang, nama baru tersebut di kukuhkan dengan nama Masjid SMB Jayo Wikramo.

Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Ir Kgs H Ahmad Sarnubi mengatakan, kalau Masjid Agung Palembang didirikan tahun 1738 Masehi dimulai dengan peletakan batu pertama dan diresmikan pemakaiannya 10 tahun kemudian 1748 masehi.

“Sejak saat itu sampai kini banyak sekali pengembangan pembangunan Masjid Agung, saya khususnya 6 tahun masuk di Masjid Agung ini untuk berbuat di Masjid Agung . Oleh sebab itu, kondisi Masjid Agung ini banyak yang harus di benahi, banyak sekali yang perlu di perbaiki. Yang kami lakukan mulai penataan ruang, administrasi dan SDM, alhamdulilah sudah bisa kita lakukan pelan-pelan dan lebih baik,” bebernya.

Menurutnya, banyak yang harus dilakukan. Namun semua ini tidak akan dilakukan sediri jika tidak bersama-sama, dan kami dibantu dan didukung pihak swasta, sebagian bank di Palembang membantu pihaknya dan badan swasta ikut membantu untuk melengkapi kekurangan dan memperbaiki kondisi Masjid Agung ini.