BPN Prabowo-Sandi: Anggaran Bocor Terlihat Dari Rasio Pajak Turun

lamanqu.co – Seperti menjadi sahutan dendang Panama dan Paradise Papers yang mencatut nama Capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’aruf kemarin,Kamis, (7/02).

Anggota Tim Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan BPN, Harryadin Mahardika angkat bicara bahwa sumber kebocoran anggaran negara seperti yang dinyatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut kebocoran anggaran negara sebesar Rp 500 triliun.

Harryadin memaparkan, kebocoran anggaran tersebut tercermin dari turunnya rasio pajak atau tax ratio saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat dibandingkan menjelang akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berdasarkan catatan data Kementerian Keuangan, rasio pajak di 2014 adalah 13,7%, sedangkan di 2018 adalah 11,6%. Artinya ada penurunan rasio pajak sekitar 2%.

“Kebocoran, dari sisi penerimaan, perbandingan mencolok ketika 2014 tax ratio 13,5%. Jadi yang ditinggalkan SBY, tax ratio 13,5%. 2015, Jokowi, tax ratio jatuh 2%, sekitar 11,7%. Bagi awam penurunan itu dianggap biasa saja lah,” katanya di Prabowo-Sandi Media Center, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019).