Hiswana Migas Palembang Siap Fasilitasi Antara Pertamina, Pemda dan Konsumen

Palembang, lamanqu.co – DPC Hiswana (Himpunan Wiraswasta Minyak Nasional) Migas Palembang menggelar Musyawarah Cabang di Hotel The Zuri, Kamis (14/2/2019). Dalam Muscab tersebut digelar pemilihan ketua DPC baru dari periode 2019-2023. Dalam Muscab ini mengambil tema yakni bersinergi dengan stakeholder.

Ketua DPC Hiswana Migas Palembang (lama) Alvis menuturkan, terkait permasalahan distribusi, Semua agen distributor Pertamina itu terhimpun di Hiswana Migas. Selama ini tugasnya sebagai menyalurkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun gas sampai ke masyarakat. Pasalnya, Himpunan Wiraswasta Minyak Nasional Gas dan Bumi (Hiswana Migas) dalam hal ini fungsinya untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah maupun Pertamina sampai ke anggota.

“Untuk kelangkaan minyak sampai saat ini belum ada keterlambatan, karena itu faktor geografis. Kita lihat Sumsel banyak jalur-jalur di lalui sungai, dan penyediaan sarana umum seperti jalan banyak terkendala dengan keadaan cuaca. Sebagai contoh, daerah pedalaman Sungai Menang OKI, biasanya itu masalah teknis pelaksanaan bukan permasalahan distribusi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, nantinya, Pertamina dengan pemerintah daerah akan berkomunikasi menyiapkan sarana dan prasarana supaya layak untuk dilalui, sedangkan Pertamina menyiapkan armada transportasi.

“Dalam hal ini, harus berlaku diskresi, itu harus ada kebijakan, kalau seandainya tidak bisa kondisi normal. Disitulah peran Hiswana Migas dan Pemda,” ucapnya

Alvis mengungkapkan, soal harga sebenarnya sudah di hitung dari HET mulai harga eceran tertinggi, karena itu dimulai dari kebijakan Walikota, Bupati untuk melakukan ketentuan masing-masing.

Bahkan, jika ada situasi ekstrim dilapangan, maka di situ pasti ada suatu kebijakan. Di sini peran pemerintah dan Hiswana Migas.

Ketika disinggung belum maksimalnya pajak BBM yang di terima Pemprov Sumsel, Alvis menjelaskan, bahwa hal itu sebagai salah satu yang harus di bangun bersama Pemerintah. Khusus Hiswana Migas yang distributor Pertamina, pembayaran PPN , BPPKB sampai PPH itu sudah melalui sistem online, otomatis sudah melalui by system.

“Mungkin, yang dimaksud diluar pajak tersistem. Karena biasanya hubungan kerjasama di bidang bentuk lain. Apalagi, pajak ini sudah ditentukan dan tersistem oleh pemerintah, satu rupiah disetorkan kurang atau lebih tidak akan jalan, semua sudah tersistem,” bebernya.

Menurutnya, Hiswana Migas, tidak bisa memanipulasi karena Pembelian melalui by system. Apalagi pembayaran kurang faktur tidak akan keluar.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Palembang 2019-2023 Abdul Yasir mengatakan, program yang akan dilakukannya dalam waktu dekat adalah mensosialisasikan program digitalisasi dari Pertamina yakni aplikasi my pertamina. Karena program ini akan mendekatkan customer dengan Pertamina.

“Konsumen bisa mendapatkan poin jika menggunakan aplikasi tersebut, karena ada berbagai hadiah menarik bagi pengguna aplikasi my pertamina,” bebernya.

Bahkan kedepan lanjut Yasir, kedepan pembayaran pembelian BBM tidak perlu bawa uang tunai. Cukup dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai, seperti luar negeri. Ini akan berlaku secara bertahap dalam menghadapi persaingan secara global, ” pungkasnya. (Yanti)