Paris Van Java Wisata Jawa Barat, Catat Tempat Wisata nya Layak Anda Kunjungi

lamanqu.co – Semenjak masa kolonial, Bandung sudah jadi tempat pelesir favorit sehingga kerap dijuluki sebagai Paris van Java alias Paris-nya Jawa.

Berjarak tempuh yang hanya 2-3 jam saja dari Jakarta kondisi lenggang, Bandung bisa menjadi tempat liburan singkat favorit bagi banyak warga ibukota.

Mungkin kamu kamu jenuh dengan penat ibu kota, bisalah ke Bandung dan sekitarnya untuk menikmati keindahan alam di sana.

Beberapa atraksi alam di bawah ini akan mengubah cara Anda menikmati liburan di Bandung dan sekitarnya.

Tempat wisata alam di sekitar Bandung

Sanghyang Heuleut

Berlokasi di kawasan Cipatat, sebelah Barat Bandung, Sanghyang Heulang merupakan sebuah kolam atau laguna kecil yang dikeliling oleh tebing-tebing putih, hutan yang rimbun dan juga air terjun yang menjadi sumber airnya.

Air di sana mengalir langsung ke arah Sungai Citarum yang juga jadi bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Jikai ditelusuri secara geografis yang telah dilakukan, Sanghyang Heuleut dipandang sebagai kolam yang sudah ada sejak jaman prasejarah.

Secara legenda, konon kolam yang tersembunyi ini adalah tempat mandinya para bidadari dari kayangan.

Oleh sebab itu, tak heran kalau tempat ini dinamai “Sanghyang” yang artinya “suci” dan “heuleut” yang berarti “selang antara 2 waktu/dunia” untuk menggambarkan betapa sucinya tempat pemandian para makhluk dari alam lain tersebut.

Sanghyang Heuleut mengeluarkan aura tak terbantahkan sebagai bukti bahwa tempat ini memang tempat yang mistis dengan keindahan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Keindahan yang harus Anda saksikan sendiri dengan mata kepala.

Untuk mencapai kesana dengan Cara termudah adalah dengan menggunakan ancer-ancer PLTA Saguling. Sanghyang Heuleut terletak hanya 5km dari sana. Ada pipa utama berukuran besar yang dapat menjadi patokan bagi Anda untuk mulai berjalan. Pergilah ke arah hutan, berlawanan arah aliran sungai, sekitar 1 km. Anda kemudian akan melewati Gua Sanghyang Poek. Dari situ, Anda hanya perlu menempuh 2km lagi untuk tiba di Sanghyang Heuleut.

Sekarang ini tak ada biaya masuk yang dikenakan untuk pengunjung, namun Anda perlu membayar parkir sekitar Rp8000,-.

Tebing Gunung Hawu

Gunung ini mempunyai daya tarik sendiri dibanding gunung-gunung lain. Di sinilah mimpi Anda menjadi superhero bisa terwujud. Dan di sini pula Anda akan ‘bergelantungan’ dengan cara yang berbeda!

Untuk para penggemar sunrise, Tebing Gunung Hawu siap memanjakan Anda dengan pemandangan indah dari saat matahari terbit menjelang pagi. Anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan keren ini sambil tiduran di hammock yang digantung di antara dua tebing. Sudahkah adrenalin Anda menari-nari mendengarnya?

Aktivitas hammock ini dipopulerkan oleh beberapa warga setempat untuk menarik minat para pengunjung , sekaligus untuk melindungi Gunung Hawu dari jamahan para penambang batu kapur.

Gunung ini juga memiliki sebuah lubang besar yang bisa Anda lihat di tengahnya. Inilah mengapa gunung ini diberi nama “Hawu” yang berarti “tungku (untuk memasak)” dalam bahasa Sunda.

Mumpung sedang di sana, rasanya sayang jika melewatkan kesempatan mengambil foto di lokasi unik ini, bukan? Kalau Anda beruntung, Anda mungkin bisa menangkap momen saat sinar matahari menyelinap lewat lubang besar tadi dan menciptakan sebuah pemandangan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Tiket Masuk: Gratis. Biaya untuk wahana hammock adalah Rp150.000 dan panjat tebing adalah Rp100.000
Cara ke Sana: Tebing Gunung Hawu berlokasi di belakang Tebing Citatah, gunung batu kapur Singgalang. Diperlukan waktu 30 menit untuk trekking ke sini. Namun bisa juga diakses dengan kendaraan beroda empat.
Jam Operasional: 08.00 – 18.00

Curug Jagapati

Kalau liburan kali ini Anda punya waktu luang lebih, tak ada salahnya untuk sekalian mampir ke Garut, sebuah tempat yang kaya akan daya tarik wisata alam berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat Kota Bandung.

Di kawasan Garut Selatan, terdapat beberapa curug atau air terjun memesona yang masih jarang terjamah pengunjung, salah satunya adalah Curug Jagapati.

Lokasinya yang cukup tersembunyi membuat suasana di air terjun bertingkat ini begitu hening, sejuk dan tentunya indah menawan. Hanya suara deru air dan hembusan angin saja yang akan menemani Anda.

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan untuk menuju ke sini pun akan langsung sirna begitu melihat keindahan air terjun yang mengalir di antara bebatuan, serta kolam jernih yang begitu mengundang dengan airnya yang segar. Sayang kan kalau sudah jauh-jauh ke sini tidak sekalian berenang?

Lokasi: Kampung Padarame, Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut Selatan
Cara ke Sana: Dari rumah warga, curug ini masih harus dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Untuk menuju rumah warga terakhir dari jalan raya, medannya berupa tanah dan bebatuan, sehingga akan lebih baik jika Anda menggunakan motor atau mobil 4WD.

Goa Pawon dan Stone Garden, Padalarang

Setelah kurang lebih 20 menit mendaki Gunung Pasigit, Anda akan tiba di mulut Goa Pawon, sebuah situs bersejarah tempat ditemukannya bermacam peninggalan kehidupan prasejarah (yang kini dipamerkan di Museum Geologi Bandung).

Jika Anda lanjutkan perjalanan beberapa langkah lagi ke arah puncak gunung, maka Anda akan menemukan Stone Garden (Taman Batu), sebuah cagar geowisata bertabur batu karang seperti yang biasa terdapat di pesisir pantai.

Para ilmuwan meyakini bahwa pada jutaan tahun kawasan antara Padalarang dan Nagreg merupakan sebuah danau purbakala, yang artinya Kota Bandung saat ini dulunya terletak sedalam ratusan meter di bawah permukaan air. Menurut teori, beberapa gempa vulkanik besar menyebabkan air danau raksasa tersebut surut sehingga terciptalah sebuah lembah.

Pada titik ini anda bisa melihat langsung bukti ilmiah berupa cangkang-cangkang kerang dari jaman purbakala yang menempel di batu karang. Aneh tapi nyata!

Karena obyek wisata ini termasuk baru dan belum banyak dikunjungi wisatawan, pastikan Anda membawa sendiri bekal air minum karena sulit untuk menemukan warung di sekitarnya (setidaknya hingga saat ini).

Lokasi: Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.

Stone Garden Padalarang:
Tiket Masuk: Rp6.000 (akses dari Goa Pawon, tiket juga dapat digunakan untuk memasuki Stone Garden)
Jam Operasional: 06.00 – 17.00

Gunung Ciremai, Majalengka

Gunung Ciremai adalah gunung vulkanis yang unik karena memiliki bentuk yang asimetris.

Terletak di perbatasan antara dua kabupaten, Kuningan dan Majalengka, wilayah ini sekarang telah dijadikan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang bertujuan untuk menjaga kelestariannya.

Berpredikat gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai tentu saja tidak mudah untuk didaki. Gunung ini memiliki 2 puncak pendakian, di mana untuk mencapai salah satu puncak tertingginya, Anda harus mengitari sebuah kawah.

Sesampai di puncak, Anda dapat langsung menikmati keindahan dan suasana magis yang tercipta ketika dikelilingi oleh gumpalan awan putih di sekeliling Anda.

Lansekap dari gunung-gunung lain yang ada di sekitarnya juga memberikan pemandangan yang akan membuat Anda semakin mengagumi indahnya keajaiban alam di sana.

Cara ke Sana: Ada 2 rute yang bisa Anda tempuh untuk menuju Ciremai, yaitu Palutungan atau Majalengka dan Linggarjati. Yang lebih direkomendasikan karena lebih aman dan cocok bagi pendaki amatir adalah Majalengka. Ada juga rute via Apuy di Desa Argamukti yang akan memanjakan Anda dengan pemandangan indah sepanjang jalan.

Uraian diatas akan menjadi referensi bagaimana Bandung disebut Paris van Java bukan hanya isapan Jempol belaka.