Mengkhawatirkan 20 Ribu Pelajar Sumsel per 2017-2018 Dalam Cengkraman Narkoba

Palembang, lamanqu.co – Jumlah pelajar di Sumsel yang terlibat penyalahgunaan narkotika atau pengguna narkotika sejak 2017-2018 sebanyak 20 ribu siswa. Untuk mengantisipasi semakin bertambahnya pelajar terlibat penyalahgunaan narkotika, Ketua DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Sumsel bersama stakeholder akan melakukan sosialisasi bahaya narkotika ke sekolah hingga kampus.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD GANN Sumsel Nur Frafyanti Fanny usai Pelantikan DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Sumsel digelar di aula DPRD Provinsi Sumsel, Sabtu (16/2/2019).

Nur Frafyanti Fanny mengatakan, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi GANN ke sekolah dan kampus. Bahkan, pihaknya akan melakukan kampanye akbar anti narkoba di beberapa titik se Sumsel.

“Yang sudah berjalan adalah kami akan menjemput laporan korban penyalahgunaan narkoba. Kalau diizinkan orang tua korban penyalahgunaan narkotika, kami akan rehab. Tidak usah ragu lagi melaporkan ke kami karena tidak dikenakan biaya sepserpun,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Nur, berdasarkan data tahun 2017-2018 jumlah pemakai mencapai 20 ribu pelajar. Dari 28 persen penduduk Sumsel yang terlibat narkotika sebanyak 20 ribu adalah pelajar.

Dia menjelaskan, untuk tindakan pemberantasan narkotika pihaknya sudah berkerjasama dengan intansi terkait.

“Untuk memutus mata rantai kita koordinasikan dengan kepolisian dan BNNP.  Untuk melakukan penyuluhan itu dilakukan sesuai kebutuhan dan waktu dari tim yang berkitan dengan penyuluhan,” bebernya.

Sementara itu Ketum GANN Fakhruddin menambahkan, GANN membantu generasi kedepan untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkotika.

“Program yang kami jalankan adalah melakukan sosialisasi ke dunia pendidikan mulai dari TK hingga tingkat SMA. Kita mendoktrin bahaya narkoba. Selain itu, kita mulai menciptakan rumah sehat di setiap provinsi untuk korban narkotika, ” bebernya.

Dia menjelaskan, langkah lain pencegahan yang dilakukan GANN adalah memasang spanduk bahaya narkotika.

“Ini lah peran kita, kalau menemukan hal-hal penyalahgunaan narkotika segera laporkan ke kita dan instansi terkait. Tanpa kerjasama, kita tidak mampu mengurangi sarang narkotika, ” bebernya.

“Saya tekankan teman teman dan mengajak instansi terkait untuk terus berusaha mengurangi penyalahgunaan narkotika. Kita prihatin karena penguna narkotika semakin bertambah,” ucapnya.

Fakhruddin mengakui, anggota GANN ada mantan pengguna narkotika. “Karena mereka tau sakitnya bahaya narkoba. Jadi kita melakukan pencegahan dan penyuluhan ke lapangan. GANN menjalankan program- program nyata langsung ke masyarakat seperti penyuluhan ke masyarakat, ” pungkasnya. (Yanti)