Masalah JPO Di Sudirman, Waskita Akan Sediakan “Pelican Crossing”

Palembang, lamanqu.co – Warga Palembang mengeluhkan tidak adanya jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman paskah pembangunan light rail transit (LRT) Palembang. Oleh sebab itu, warga meminta Pemerintah Kota Palembang untuk membangun kembali JPO yang sudah dibongkar.

“Usai pembongkaran karena pembangunan LRT, sampai saat ini menyisakan dua jembatan penyebrangan dengan jarak cukup jauh dengan berjalan kaki yaitu JPO di dekat masjid Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 1 Jayo Wikramo, dan JPO BNI Syariah di dekat pasar Cinde,” ujar salah satu warga Deri di Palembang, Rabu (27/2/2019).

Dia mengungkapkan, pernah hampir diserempet mobil, tapi Ia terpaksa menerobos jalur bebas di jalan Jendral Sudirman, karena tidak ada JPO terdekat untuk dilalui.

“Jarak jembatan penyebrangan yang tersisa sangat jauh, kurang lebih 2 KM tidak mungkin kan harus berjalan kaki,” ucapnya.

Deri berharap secepatnya pemerintah memberikan solusi untuk masalah ini.

“Kami kesusahan tidak ada JPO ini, menunggu kendaraan cukup sepi baru bisa menyebrang. Secepatnya pemerintah mencarikan solusi, bahaya kalau dibiarkan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten 1 Pemerintah kota Palembang Sulaiman Amin menjelaskan bahwa dari awal pembangunan LRT sudah ada komplain tentang Pembongkaran JPO, tetapi janji dari pihak Waskita Karya akan menyediakan solusi penyebrangan melalui pedestrian light controlled crossing atau pelican crossing seperti yang ada di Jakarta.

Pelican Crossing nanti dilengkapi Zebra Cross dan tiang lampu lalulintas, bagi pejalan kaki saat akan menyeberang, cukup menekan tombol yang terdapat di tiang lampu lalu lintas,” bebernya.

Dia menerangkan, setelah tombol ditekan, pejalan kaki menunggu lampu lalu lintas pejalan kaki berubah warna dari merah menjadi hijau. Pada saat kendaraan berhenti, pejalan kaki bisa menyebrang dengan aman.

“JPO tidak memungkinkan dibangun disana, Sudah ada program dari waskita pengganti dari JPO, tapi belum terealisasi karena sambil berbenah,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Kepala Waskita LRT Palembang Masudi Djuhari mengungkapkan, pihaknya tidak bisa membangun JPO. “Masyarakat yang menyeberang bisa lewat stasiun. Kan tidak bayar, ” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan JPO tidak memungkinkan karena ketinggian LRT sama dengan JPO. “Konsep pembangunan LRT itu tidak ada untuk membangun JPO. Pembangunan LRT itu, Pemda menyiapkan lahan dan pusat untuk pembangunannya. Karena JPO mengganggu pembangunan LRT maka kami bongkar. Kita sudah melaksanakan pembangunan LRT Palembang sesuai prosedur,” pungkasnya. (Yanti)