Pelantikan Pengurus PWI Sumsel, Herman Deru Sebut Wartawan Profesi Yang Terhormat

Palembang, lamanqu.co –¬†Pelantikan Pengurus PWI ,DKP, dan IKWI PWI Sumsel masa bhakti 2019-2024, serta pengukuhan Mapilu PWI Sumsel dan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) / HUT ke 73 digelar di Griya Agung, Selasa (5/3/2019).

Pelantikan ini dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Anggota I BPK RI yang juga ketua IKA Unsri Agung Firman Sampurna, SE, M.Si, Ketum PWI Atal S Depari , Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan Bupati dan Walikota.

Ketum PWI Atal S Depari mengatakan, pelantikan PWI Sumsel ini penting dan startegis. Selain itu, pelantikan ini ditandatangai sejumlah MOU dengan sejumlah stakeholder. Pihaknya, mengundang IKA Unsri yang diketuai Agung Firman Sampurna karena IKA Unsri konsen dengan revolusi industri 4.0.

PWI Sumsel, tidak diragukan lagi. Karena HPN pada 2010 di Palembang. PWI Sumsel bisa sebagai tuan rumah tidak lepas dari peran Pemprov. Selain itu, PWI Sumsel juga sebagai pelopor Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI),” ujarnya.

“Kedepan kita berharap PWI Sumsel mampu bersinergi dengan semua stake holder, untuk kemajuan jurnalistik di Sumsel, ” tambahnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dirinya melihat banyak yang mau jadi Ketua PWI. Itulah nuansa demokrasi. Demokrasi itu bukan sistem sempurna tapi inilah yang terbaik saat ini. Firdaus komar adalah yang terbaik saat ini. Dari sekian banyak calon ketua PWI. Mudah-mudahan kedepan dapat membawa PWI menjadi organisasi pers yang punya marwah. Selamat untuk Firdaus Komar dan pengurus.

“Saya berharap kedepan hubungan PWI dengan Pemprov, Bupati, Walikota dan Forkompinda terus terjali dengan baik,” bebernya.

Herman Deru menuturkan, masukan yang disampaikan PWI langsung direspon. Masalah kendraan operasional. Sumsel provinsi terluas di Sumatera, perlu IT juga. “Itu akan segera kami tindaklanjuti, ” ucapnya.

Untuk masalah kantor, dulu ado kantornya, sekarang jadi kantor Bawaslu. Ini nanti akan dicarikan jalan terbaik untuk kantor PWI Sumsel

“Saya tau banyak sekali organisasi yang mirip PWI dengan nama yang banyak asosiasi, aliansi. Saya berharap ada gerakan merangkul ini. Kalau pacak kantor PWI gabung dengan organisasi yang serupa,” bebernya.

Saya sadar, bagaimana mungkin dunia tanpa wartawan. Alangkah sulitnya mempopulerkan dirinya tanpa bantuan wartawan. Jangan berpikir ini wartawan ini profesi alternatif, ini profesi terhormat. Oleh sebab itu, Saya berinisiatif membangun SJI dengan bekerjasama dengan L2Dikti,” pungkasnya. (Yanti)