Menteri BUMN Apresiasi Perbaikan Listrik Pasca Banjir Bandang Bengkulu

Progres recovery kelistrikan Bengkulu capai 68,02 %

Bengkulu, lamanqu.co – 30 April 2019- Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau secara langsung proses recovery kelistrikan pasca banjir bandang dan tanah longsor di Bengkulu. Kedatangan Menteri BUMN ini sekaligus untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak serta melakukan penyalaan listrik rumah warga.

Rombongan Menteri BUMN tiba di Kecamatan Sungai Serut, kelurahan Suka Merindu, Bengkulu didampingi oleh Plt Direktur Utama PLN Muhamad Ali dan Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto, dalam kesempatan tersebut Menteri Rini menyaksikan proses perbaikan kelistrikan di Bengkulu dan tidak lupa berbincang langsung dengan petugas PLN di lapangan.

“Saya senang sekali dengan semangat PLN dalam upaya recovery kelistrikan di Bengkulu. Seperti yang kita tahu listrik adalah aspek penting dan sangat dibutuhkan warga, untuk itu saya datang memastikan dan melihat secara langsung progres dilapangan” Ungkap Rini Soemarno.

Salah satu warga kecamatan Sungai Serut mengaku senang dan mengapresiasi kerja keras PLN di Bengkulu.

“Tidak ada kata lain yang bisa kami ucapkan selain terima kasih banyak kepada PLN, atas perhatian dan bantuannya kepada kami. Hanya Tuhan yang bisa membalas. Doakan kami kuat menghadapi cobaan ini.” ungkap Dayang.

Sementara itu terkait perbaikan kelistrikan di Bengkulu, hingga 30 april 2019 progres recovery keseluruhan mencapai 68,02% dimana pelanggan yang sudah menyala sebanyak 6.788 pelanggan.

Sebanyak 108 gardu telah dinormalkan, sementara gardu yang padam tinggal 53 gardu. Selain itu PLN juga berhasil memperbaiki 2 penyulang dan menyisakan 2 penyulang yang masih dalam proses perbaikan. Progres perbaikan tiang roboh juga mengalami kemajuan, saat ini sebanyak 11 tiang distribusi jaringan menengah dan jaringan tegangan rendah berhasil diperbaiki.

“Kendala utama proses recovery yakni masih ada sejumlah lokasi yang tergenang air atau tertutup longsor, namun rekan-rekan PLN di lapangan tetap berupaya maksimal untuk mengatasi hal tersebut dengan selalu mengedepankan keselamatan. Selain itu kami juga mendirikan posko-posko pengungsian tersebar serta memberikan bantuan kepada korban terdampak” ungkap Plt Dirut PLN Muhamad Ali.

Bantuan dari PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal disalurkan ke tiga lokasi yakni desa Air Hitam, Desa Tanjung Alam, Taba Pananjung Bengkulu Tengah. Hingga hari ini tercatat bantuan yang diberikan mencapai 135 juta rupiah untuk sembako dan posko pengungsian. (ril)