Yuk Lihat, Intervensi Karang Taruna Palembang Soal Sampah

Palembang, lamanqu.co – Dahulu sepanjang jalan disekitaran waduk yang berada dijalan perikanan 3 kelurahan Talang Aman Palembang, dalam pantauan Jurnalist lamanqu.co beberapa waktu lalu
tampak pemandangan sampah rumah tangga yang berserakan dipinggir jalan.

Seakan tak mencerminkan dengan perhargaan Adipura ke 12 kalinya diraih kota Palembang.

Diberitakan sebelum nya disekitar wilayah yang tidak jauh dari kantor lurah ini banyak sekali ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang dipinggir jalan.

Lalu tak lantas menyulutkan semangat Adi Susanto yang didapati Jurnalist lamanqu.co kala itu.

Seperti diberitakan sebelum nya Adi Susanto merupakan pegawai harian lepas sebagai sopir DKK Palembang untuk bekerja membersihkan sampah-sampah tersebut meski itu dilakukan tanpa perintah ataupun surat tugas dari kantornya.

“Semua itu saya lakukan karena sebagai sopir DKK, saya ingin kebersihan dan program dari pemerintah kita tetap terjaga”, ungkap Adi.

Ketua Karang Taruna Kota Palembang Yudha Novanza Utama menjelaskan adanya kegiatan yang merupakan intervensi Karang Taruna dengan memanfaatkan dana bantuan dari PKBL BUMN dengan membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang diharapkan akan menjadi bank sampah untuk usaha ekonomi produktif/UEP, Minggu, (26/05).

Lebih lanjut Yudha menjelaskan Bantuan PKBL ini difasilitasi oleh H.Wahyu Sanjaya, SE yang menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi VI dari fraksi demokrat.

‘Bahkan disiapkan juga motor sampahnya dari PKBL untuk bantu jemput angkut sampah dari rumah warga”, ungkap Yudha.

“Alhamdulilah bantuan PKBL ini tidak hanya berada dilokasi kelurahan Talang Aman, Kemuning saja akan tetapi ada juga di Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju”, imbuh Yudha.

Ditanya mengenai program yang dipromtori Karang Taruna ini, Yudha menuturkan, “Untuk pembangunan ini kita kerjakan pada bulan Febuari yang lalu sedangkan untuk pengelolaannya kita serahkan pada masing-masing Karang Taruna yang berada di kelurahan tersebut”.

“Kami telah tempatkan petugas untuk menjaga di pos tersebut 24 jam full guna mengkontrol agar warga tidak membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi”.

Untuk menjaga keberlangsungannya pihak pengelolah menarik uang retrebusi sebesar Rp.2000,- “, jelas nya.

“Harapan kami dengan dibangunnya TPS ini menjadi solusi bagi warga untuk menjaga kebersihan dilingkungannya”, tutupnya. (FN)