Gubernur Sumsel Minta PLN Segera Aliri Listrik di 62 Desa

Palembang, lamanqu.co – Sampai saat ini masih ada 62 desa di Sumsel yang belum dialiri listrik. Gubernur Sumsel Herman Deru meminta PLN segera mengaliri listrik di 62 desa tersebut.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, wilayah saya waktu jadi bupati OKUT pada 2005 hampir 65 persen yang sudah dialiri listrik. Disana banyak sumber energi. Dengan adanya inovasi di OKUT dapat 100 persen dialiri listrik.

“Sebelum rapat ini, kemaren saya ajak para manager PLN, ada yang ngomong tahun 2020 harus 100 persen Sumsel dialiri listrik. Itu harus dilakukan. Kalau dak biso pake jaringan, pake Listrik Tenaga Surya, kalau masih dak biso pake PLTD. Saya tidak main-main karena listrik ini kebutuhan, ” ujarnya saat diwawncara usai acara Multi Stekeholder Forum PT PLN (Persero) Se Sumsel di Hotel Santika Premier, Kamis (20/6/209)

Herman Deru menceritakan, saat awal menjadi Bupati OKUT 33 persen yang belum dialiri listrik. Namun kemudian bisa 100 persen dialiri listrik.

“Yang ingin menikmati listrik bukan hanya kota saja. Tapi masyarakat desa. Sekarang masih ada 62 desa di Sumsel yang belum dialiri listrik. Itu 2020 harus 100 persen sudah dialiri listrik, ” ucapnya.

Dia menjelaskan, desa yang banyak belum dialiri listrik adalah daerah perairan. Jadi butuh banyak izin. “Saya tawarkan ke PLN, kalau ada sumbatan itu biarlah Gubernur nyelesaikan. Segeralah aliri listrik di 62 desa itu,” tegasnya.

Sementara itu, GM PLN (Persero) Unit Induk Wilayah S2JB Daryono menuturkan, rasio kelistrikan di Sumsel saat ini 98,30 persen. Pada 2020 ditargetkan 100 persen di Sumsel sudah dialiri listrik. “Sekarang ada 62 desa yang belum dialiri listrik. Rinciannya adalah Banyuasin 5 desa, Lahat 1 desa, Muba 4 desa, Muratara 1 desa, Mura 2 desa, OKI 34 desa, dan OKUS 15 desa. Itu rata-rata daerah perairan, karena tidak ada akses jalannya. Jadi kita usulkan pakai tenaga surya, ” bebernya.

“Kita targetkan 2020 seluruh Sumsel sudah dialiri listrik. Karena kebutuhan listrik ini sangat vital, apalagi di era revolusi industri 4.0,” pungkasnya. (Yanti)