Anis Saggaf Siap Bawa Unsri Menuju World Class University

Palembang, LamanQu.co – Prof Dr H Anis Saggaf MSCE kembali terpilih memimpin Universitas Sriwijaya periode 2019-2023. Dalam kepemimpinannya di dua periode ini, Anis Saggaf bertekad membawa Unsri 2025 menjadi world class university.

Hal tersebut diungkapkan Anis Saggaf saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (19/9/2019).

Anis Saggaf mengatakan, pemilihan Rektor ini dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. “Saya dipercaya kembali menjadi Rektor Unsri dengan meraih 93 suara. Kemaren program saya adalah berjemaah jilid 1. Jadi diperiode selanjutnya, saya akan melanjutkan program berjemaah jilid 2,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hal pertama yang akan dilakukannya adalah melakukan perbaikan sistem belajar mengajar untuk menyongsong Unsri World Class pada 2025. “Jadi kelas -kelas itu kita pasang advancing yakni pake TV, power poin. Komunikasi diperbanyak dengan menggunakan IT, jadi mahasiswa mengumpul PR pake IT, ” katanya.

Selanjutnya, sambung Anis, adalah dengan melakukan revitalisasi laboratorium. Pasalnya, ada laboratorium di Unsri yang umurnya sudah tua. “Kalau mau canggih semua kita lakukan bertahap. Karena dananya sangat besar kalau mau mengganti dengan laboratorium yang canggih, bisa menghabiskan dana triliunan. Jadi diganti bertahap, ” bebernya.

“Kita juga fokus meningkatkan SDM di Unsri. Yakni dosen S2 wajib S3. Jadi dosen S2 banyak yang kuliah lagi, baik dengan beasiswa, atau biaya sendiri. Harapan saya, yang sudah selesai S3 dan menjadi Doktor segera mengurus menjadi profesor,” urainya.

“Alhamdulilah konsep berjemaah ini didukung semua dosen. Kalau SDM kita unggul, laboratorium kita canggih. Mahasiswa juga kuliahnya menggunakan metode online, bahkan ada yang go internasional. Itu akan mempercepat Unsri menjadi world class university, ” tegasnya.

Untuk menuju Unsri Wolrd Class, kata Anis, juga diperlukan networking dengan kampus lainnya terutama di luar negeri. “Kita sudah ada kerjasama dengan National University Singapura, universitas di Kelantan, Utrecht University Belanda, Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Bahkan, kita sudah kerjasama untuk join degree S2, jadi kuliah disini setahun dan diluar setahun. Ijazahnya ditandatangi dua Rektor. Alhamdulilah seluruh program saya didukung oleh semua dosen, jadi saya tidak sendiri. Karena tugas Rektor itu berat, ” pungkasnya. (Yanti)