68 Persen Operasional LRT Untuk Biaya Listrik

Palembang, LamanQu.co – Lokakarya Peran LRT Dalam Meningkatkan Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan di Hotel Beston Jalan Letkol Iskandar, selasa (8/10/2019).Acara Lokakarya sediri dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan Drs. Nelson Firdaus. MM, Direktur Lalulintas dan Angkutan Kereta Api Ir. Dianto Restiawan, Kepala Balai Pengelolaan Kereta Api Ringan Rosita, Dishub Provinsi Ahmad Wahidin S. ST, ST, MT, Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir Erika Bukhari dan PT. KAI Persero Sofan Hidayah.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan Drs Nelson Firdaus MM menjelaskan, terkait LRT masyarakat masih menginginkan budaya melayu angkutan umum. “Kita siap, intergratlis LRT dan Angkutan Air kita ada program dari Kementrian perhubungan penataan jalur sungai musi. Terutama didermaga pasar 16 dibawah Jembatan Ampera merupakan trayek lintasan angkutan sungai dari seluruh wilayah kabupaten kota,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, direncanakan akan ada skybried yang menghubungkan LRT dengan Dermaga 16 ilir.” Kita harapkan mereka yang datang dari kabupaten kota yang menggunakan angkutan sungai tersebut dapat naik melalui Skybried Stasiun Ampera tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Kereta Api Ringan Rosita menambahkan, teman teman dari PLN melakukan Investasi terhadap beberapa gardu. Sehingga memang ada investatasi dari PLN sebesar 200 miliar sehingga pembanggunan dikenakan tarif premium.

“Kita berusaha meminta kepada Dirjen Kementerian SDM untuk dapat diturunkan tarifnya. Seperti tarifnya transidi yang KCI Komputer line. Untik tarif ring nya perbulan 3,5 miliar kalau kita dapat penurunan tarif itu sampai 3 miliar. Kita sesama pemerintah berusaha strategis nasional untuk masyarakat luas,” katanya

“Kita memohon kepada Kementerian SDM kita sudah mengirim surat dan sudah Koordinasi ke PLN tinggal menunggu keputusan. Pemerintah Provinsi sangat mendukung bila tarifnya diturunkan otomatis beban biaya operasional akan semakin turun,” tambahnya.

Dia menjelaskan, komponen terbesar dari beban di Sumatera Selatan dari biaya listrik 68% dan sisanya operasional untuk pengguna solar sendiri sistemnya akan kita kaji lagi kemungkinan bisa tetapi dikaji lagi seperti apa kedepannya nanti.

“Sistem akan kita kaji lagi kendalanya adalah Findernya ini adalah salah satu PR terbesar kami dalam seperti Studi kelayakan Survei dari masyarakat berpindah ke LRT. Mungkin memang merubah mainset dari pengguna kendaraan pribadi kendaraan umum kita butuh merubah masyrakat kita terus manggalakan sosialisasi kendaraan kemasyarakat,” bebernya.

” Kita sudah melakukan kerja sama bahkan Pemerintah Kota maupun pemerintah Provinsi sangat mendukung kebijakkan dari Pemerintah salah satunya mewajibkan untuk menggunakan Transportasi Umum seperti BRT dan LRT pada setiap bulannya.” pungkasnya. (Yanti)