Terkait Mahasiswa Yang Menjadi Korban Diksar, Ini Penjelasan Rektor Taman Siswa

Palembang, LamanQu.co –¬†Universitas Taman Siswa mengklarifikasi tentang kejadian yang menimpa Mahasiswa Taman Siswa yang menjadi korban Diksar. Konfrensi Pers sendiri dilakukan di Aula Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa di jalan Tamansiswa No 126, Senin (4/11/19).

Rektor Universitas Taman Siswa KI Drs Joko Soswanto MSI mengatakan, terkait berita yang beredar menyebutkan bahwa panitia penyelenggara Diksar atau tersangka itu dari Mahasiswa Tamansiswa itu sendiri, Pelaksana atau Panitia Diksar (Menwa) bukan dari mahasiswa Universitas Tamansiswa.

“Mahasiswa Taman Siswa adalah korban, bukan Panitia Diksar. Sedangkan Panitia Diksar itu sendiri dari pihak Universitas lain Momentum ini atau kejadian ini hendaknya dijadikan bahan Evaluasi bagi Organisasi Menwa agar tidak lagi terjadi tindak kekerasan atau memakan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, Universitas Taman Siswa dan Universitas lain yang mempunyai UKM Mahasiswa mendukung kegiatan ini. “Kami sendiri mendukung dari kegiatan Menwa ini karena kegiatan Menwa ini sendiri untuk membentuk Ketahanan Sipil, Pertahanan Bangsa dan Kebangsaan,” katanya.

Aswar Agus sebagai Dekan Fakultas Hukum menambahkan, sementara ini yang menjadi korban adalah Mahasiswa Fakultas Hukum jadi Fakultas Hukum Tamansiswa berserta Lembaga Bantuan Hukumnya akan terus mengawal kasus ini hingga proses pengadilan nanti,

“Yang diharapkan Perkara ini akan Terang Benderang serta kita menghormati Proses Hukumnya dan juga kita Hormati hak-hak dari korban. Orang tuanya serta keluarganya agar bisa ditemukan siapa yang paling berhak bertangung jawab dari kasus ini. Kita dari Fakultas Hukum atas Nama Institusi Taman Siswa Palembang mendukung apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk membuat terang kasus ini hingga keperoses Hukum,” katanya.

Dia mengungkapkan, terlepas dari pada itu kemungkinan ada hal-hal lain dari pihak keluarga korban atau orang tua korban yang menuntut keadilan itu merupakan Hak dari kedua orang tua korban. “Kita hormati saja proses hukumnya Insya Allah nanti akan keliatan siapa nanti yang akan di tetapkan sebagai terdakwa atau tersangka.Untuk memperjelas Informasi atau Klarifikasi berita yang kurang pas seperti pemberitaan yang beredar,” paparnya.

Salah satu Anggota PWI Sumsel Ruslan menambahkan, apa yang di sampaikan oleh Pak Joko memang dalam Pradiksamil (Kemenwaan) bahwa di situ ada SOP Pertama, Pradiksar (Prapendidikan) kalau ada Acara keluar, itu biasanya Adalah Caraka malam itu adalah salah satu Mekanisme Pradik dalam hal ini ada kejadian yang sangat memukul .

“Pemberitaan rekan-rekan atau pemberitaan kita itu terkesan Tamansiswa itu terpojok karena yang meninggal itu atau yang mengikuti Pradis itu adalah bukan Mahasiswa Taman Siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut diaenjelaskan, ada pemberitaan Justru di buat Taman Siswa sebagai pelaksana sekaligus dalam hal ini Tamansiswa itu hanya mengirimkan Utusan dan tidak tau Universitas mana yang melasanakan.

” Taman Siswa bukan sebagai Panitia Pelaksana Diksar. Dalam Kode Etik Wartawan Indonesia dan dalam UU Pers No 40 thn 99, Wartawan di tuntut untuk Profesional dalam mengemban tugas, Kode Etik dan Undang-Undang Pers kita di tuntut untuk memberikan pemberitaan yang berimbang artinya kita tidak ada pemberitaan yang tendensius” pungkasnya. (Yanti)